Berita Daerah MAN

Tingkatkan Kompetensi Vokasi, Murid XII.10 Tata Busana MAN 2 Majalengka Praktik Menjahit Blus

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.10 Tata Busana (Tabus) MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran praktik dengan materi menjahit blus yang dibimbing oleh Tuti Suryani, S.Pd., pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi vokasional untuk membekali murid dengan keterampilan membuat busana yang rapi, nyaman dikenakan, dan sesuai dengan rancangan.

Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari tahapan pembuatan blus, mulai dari memahami desain dan pola, menyiapkan bahan, memotong kain sesuai ukuran, hingga menyatukan bagian-bagian busana melalui proses penjahitan. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian agar bentuk, ukuran, dan hasil akhir blus sesuai dengan model yang direncanakan.

Blus merupakan busana bagian atas yang dapat dibuat dengan beragam model, potongan, dan detail sesuai kebutuhan pemakainya. Dalam proses pembuatannya, murid perlu memperhatikan karakteristik bahan, ketepatan pola, kekuatan sambungan, serta kerapian jahitan. Penyelesaian akhir juga menjadi aspek penting untuk menghasilkan busana yang memiliki nilai fungsi dan estetika.

Praktik menjahit blus memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari dalam kegiatan nyata. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini melatih kesabaran, kedisiplinan, kreativitas, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan.

Tuti menjelaskan bahwa penguasaan teknik menjahit blus memerlukan pemahaman terhadap proses kerja sekaligus latihan yang berkelanjutan.

Awali Hari dengan Al-Qur’an, Saya Bangga Bisa Berkontribusi Bentuk Generasi Qur’ani di MTsN 13 Majalengka

“Praktik menjahit blus tidak hanya menuntut murid mampu menggunakan mesin jahit, tetapi juga memahami tahapan pembuatan busana secara tepat. Ketelitian dalam mengikuti pola, menyatukan bagian kain, dan merapikan jahitan sangat menentukan kualitas hasil akhir,” jelas Tuti.

Tuti juga berharap murid terus meningkatkan keterampilan agar mampu menghasilkan karya busana yang semakin baik dan memiliki nilai guna.

“Saya berharap murid terus berlatih dengan tekun, teliti, dan kreatif. Keterampilan yang dikuasai dengan baik dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi di bidang tata busana, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun merintis usaha secara mandiri,” tambah Tuti.

Melalui pembelajaran praktik ini, MAN 2 Majalengka terus mendorong pengembangan keterampilan vokasional yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan. Murid diharapkan mampu menguasai proses menjahit blus secara sistematis, menjaga kualitas hasil pekerjaan, serta mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk busana.

Pembelajaran tersebut menjadi salah satu langkah untuk membentuk lulusan madrasah yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, sikap profesional, dan kesiapan untuk menghadapi peluang di bidang industri busana.

Pembentukan Karakter Siswa, MIN 5 Majalengka Istiqomah Laksanakan Salat Duha Berjamaah

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *