Jatiwangi (KEMENAG) — Menjadi jurnalis bukan hanya tentang kemampuan menulis berita atau mengambil gambar, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan fakta, ketelitian mengolah informasi, dan tanggung jawab menjaga kepercayaan pembaca. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Jurnalistik kepada anggota ekstrakurikuler Jurnal Three di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan semangat berkarya sekaligus memperkuat komitmen para siswa dalam mengembangkan keterampilan jurnalistik. Bagi para anggota Jurnal Three, kartu anggota yang diterima bukan sekadar identitas, melainkan pengingat akan tanggung jawab mereka dalam menyampaikan informasi secara benar, menarik, dan bermanfaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan dan motivasi, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan KTA secara simbolis kepada anggota ekstrakurikuler jurnalistik. Suasana kegiatan menjadi momentum bagi para siswa untuk semakin percaya diri dalam menjalankan aktivitas peliputan, menulis berita, mendokumentasikan kegiatan, hingga menyebarluaskan informasi tentang berbagai aktivitas madrasah.
Di balik kegiatan jurnalistik yang terlihat sederhana, terdapat proses belajar yang penting bagi perkembangan siswa. Mereka belajar mengamati peristiwa, menggali informasi, menyusun fakta, memilih kata yang tepat, serta menyampaikan informasi agar mudah dipahami pembaca. Proses tersebut sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka, Firman Saefatullah, M.Pd., menyampaikan bahwa pemberian kartu anggota diharapkan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk semakin aktif mengembangkan potensi dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
“Pemberian kartu identitas ini menjadi sarana untuk terus melipatgandakan semangat berkarya anggota Jurnal Three. Kami berharap fasilitas dan legalitas ini memicu lahirnya jurnalis siswa yang penuh dedikasi, berintegritas, serta mampu menyajikan informasi yang edukatif dan menyejukkan,” ujar Firman.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik perlu diimbangi dengan pemahaman etika. Seorang jurnalis muda harus belajar membedakan fakta dan opini, melakukan konfirmasi terhadap informasi, serta menghindari penyebaran berita yang belum jelas kebenarannya. Dengan demikian, setiap karya yang dihasilkan tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi siswa madrasah, jurnalistik juga menjadi ruang untuk menyampaikan cerita-cerita positif yang kerap luput dari perhatian. Berbagai kegiatan pembelajaran, aktivitas keagamaan, kreativitas siswa, hingga prestasi madrasah dapat diangkat menjadi informasi yang menginspirasi masyarakat.
Melalui Jurnal Three, para siswa diharapkan semakin aktif mendokumentasikan dan memublikasikan kegiatan MAN 3 Majalengka secara berkala. Kehadiran mereka dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai program dan potensi madrasah kepada masyarakat melalui pemberitaan yang informatif, berimbang, dan mudah dipahami.
Lebih dari itu, pengalaman mengelola media sekolah dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi perkembangan informasi di era digital. Ketika informasi dapat tersebar begitu cepat, kemampuan memeriksa kebenaran berita dan menggunakan media secara bijak menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan.
Penyerahan KTA ini pun menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi anggota Jurnal Three. Tantangannya bukan hanya menghasilkan banyak tulisan, tetapi juga menjaga kualitas setiap informasi yang dipublikasikan. Sebab, kepercayaan pembaca tumbuh dari konsistensi, ketepatan fakta, dan kejujuran dalam berkarya.
Dengan semangat belajar dan pendampingan pembina, Jurnal Three MAN 3 Majalengka diharapkan terus berkembang menjadi wadah kreativitas siswa yang produktif. Dari lingkungan madrasah, para jurnalis muda ini belajar bahwa setiap berita memiliki nilai, setiap informasi membawa tanggung jawab, dan setiap karya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Pada akhirnya, kartu anggota yang disematkan bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal perjalanan para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik lebih dekat. Dari ruang belajar madrasah, mereka mulai mengasah kemampuan untuk menulis dengan cermat, menyampaikan fakta dengan jujur, dan menghadirkan informasi yang mencerahkan.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar