Jatiwangi (KEMENAG)— Penguatan karakter menjadi fokus utama Perkemahan Calon Penegak dan Penggalang (Pecapa) MAN 3 Majalengka yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Leles, Sindangwangi. Melalui kegiatan tersebut, MAN 3 Majalengka menjadikan Pramuka sebagai ruang pembentukan peserta didik yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Pecapa 2026 dilaksanakan MAN 3 Majalengka sebagai bagian dari program pembinaan kesiswaan dan kepramukaan. Berbagai aktivitas selama perkemahan dirancang tidak sekadar memberikan pengalaman berkegiatan di alam terbuka, tetapi juga membangun karakter melalui pengalaman langsung, kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., mengatakan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, kegiatan kepramukaan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mandiri sekaligus membangun kemampuan bekerja sama dan bertanggung jawab.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi salah satu ruang penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui Pramuka, anak-anak belajar mandiri, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap sesama serta lingkungan,” ujar Ela di sela-sela kegiatan, Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas. Peserta didik membutuhkan pengalaman langsung yang memungkinkan mereka belajar menghadapi tantangan, menyelesaikan persoalan, dan mengambil tanggung jawab bersama.
“Karakter akan lebih kuat ketika anak-anak mengalaminya secara langsung. Dalam perkemahan, mereka belajar mengatur diri, bekerja dalam kelompok, saling membantu, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, mulai dari pendirian tenda, upacara pembukaan, pendalaman materi dan praktik kepramukaan, kegiatan kelompok, pembinaan kedisiplinan, kepedulian lingkungan, hingga kegiatan kebersamaan.
Nilai-nilai Dasa Dharma menjadi bagian yang diterapkan secara konsisten dalam berbagai aktivitas tersebut. Peserta didik dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, rela menolong, mampu bekerja sama, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan Pecapa juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun kebersamaan. Berbagai aktivitas kelompok mendorong siswa untuk saling membantu, menghargai peran masing-masing, serta menyelesaikan tugas secara bersama-sama.
Bagi MAN 3 Majalengka, pengalaman selama Pecapa diharapkan tidak berhenti di Bumi Perkemahan Leles. Nilai-nilai yang diperoleh peserta diharapkan dapat dibawa kembali dan diterapkan dalam kehidupan di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
“Harapan kami, setelah pulang dari Pecapa, anak-anak tidak hanya membawa pengalaman tentang kegiatan perkemahan, tetapi juga membawa karakter yang lebih kuat. Mereka menjadi lebih disiplin, mandiri, peduli, dan mampu menerapkan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ela.
Melalui Pecapa 2026, MAN 3 Majalengka menegaskan komitmennya menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai salah satu basis penguatan karakter peserta didik. Pramuka diarahkan tidak hanya melahirkan siswa yang terampil dan tangguh, tetapi juga generasi yang peduli kepada sesama, bertanggung jawab, dan mampu menjaga lingkungan.
Kontributor: Firman Saefatullah


Komentar