Berita Daerah

MTsN 10 Majalengka Matangkan Pelantikan Penggalang Terap Kelas IX

Jatiwangi (KEMENAG) — MTsN 10 Majalengka mematangkan persiapan Pelantikan Penggalang Terap Kelas IX melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Masjid Al-Mustopa MTsN 10 Majalengka, Rabu (14/10/2026). Rapat ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan kepramukaan berjalan tertib, aman, dan terencana, sekaligus mendukung pembinaan karakter serta keterampilan peserta didik.

Rakor dibuka langsung oleh Pembina Pramuka MTsN 10 Majalengka, Taufik Firdaus, S.Pd. Kegiatan tersebut diikuti Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, M.Pd.I., serta seluruh guru dan staf Tata Usaha. Kehadiran seluruh unsur madrasah menjadi bagian penting dalam menyatukan pemahaman, membagi tanggung jawab, dan memastikan setiap petugas mengetahui peran masing-masing dalam pelaksanaan kegiatan.

Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan program madrasah tidak terlepas dari sinergi dan komunikasi yang baik di antara seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan banyak pihak membutuhkan perencanaan matang, pembagian tugas yang jelas, serta koordinasi yang konsisten.

“Sinergi dan koordinasi antar seluruh lini sangat penting dalam menjalankan setiap kegiatan madrasah. Melalui kebersamaan dan pembagian peran yang jelas, kita pastikan pelaksanaan pelantikan Penggalang Terap ini berjalan tertib, aman, dan berkesan bagi para siswa,” ujar Dadang.

Pesan tersebut menempatkan rapat koordinasi bukan sekadar agenda teknis, melainkan bagian dari upaya membangun kerja sama di lingkungan madrasah. Dengan keterlibatan guru dan tenaga kependidikan, pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat berlangsung lebih terarah, sementara peserta didik memperoleh pengalaman kepramukaan yang tertib dan bermakna.

Tingkatkan Karakter Siswa, MAN 3 Majalengka Jadikan Pramuka Wadah Pembentukan Kemandirian dan Kepedulian

Memasuki sesi pembahasan teknis, sekretaris kegiatan, Afif Nurul Ulum, S.Pd., memaparkan mekanisme pelantikan yang akan melibatkan tujuh pos penilaian. Setiap regu akan menempuh rute berbeda untuk mengikuti pengujian sesuai materi yang telah ditentukan. Skema tersebut menuntut kesiapan petugas, ketepatan pengaturan alur peserta, serta koordinasi antarp os agar seluruh tahapan dapat terlaksana sesuai rencana.

Tujuh pos yang disiapkan mencakup beragam aspek pengetahuan dan keterampilan kepramukaan. Pos pertama digunakan untuk menguji materi keagamaan, disusul Pos 2 untuk Pengetahuan Umum dan Pengetahuan Pramuka (PUPP). Pada Pos 3, peserta akan diuji dalam materi sandi morse bendera, sedangkan Pos 4 berfokus pada penguasaan ragam sandi.

Selanjutnya, Pos 5 menguji keterampilan semaphore, Pos 6 menguji kemampuan pioneering, dan Pos 7 menilai Keterampilan Baris-Berbaris (KBB). Susunan materi tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan penguasaan pengetahuan sekaligus kecakapan praktis yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan.

Melalui tahapan pengujian tersebut, pelantikan Penggalang Terap diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi siswa kelas IX untuk memperlihatkan kemampuan yang telah dipelajari selama mengikuti kegiatan Pramuka. Materi yang diujikan juga mencakup aspek keagamaan, pengetahuan umum, komunikasi menggunakan sandi, keterampilan teknis, hingga kedisiplinan dalam baris-berbaris.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, seluruh guru dan staf Tata Usaha MTsN 10 Majalengka akan dilibatkan sebagai tim penilai di masing-masing pos. Keterlibatan tersebut memerlukan pembagian tugas yang terukur agar proses pengujian berjalan tertib dan setiap regu memperoleh kesempatan mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan.

Tekankan Pentingnya Sikap Rajin, Wakabid Kesiswaan Motivasi Para Siswa

Sebelum rapat ditutup, Afif Nurul Ulum menyampaikan pembagian tugas secara terperinci. Penugasan meliputi petugas penjaga pos, tim konsumsi, hingga tim dokumentasi. Pembagian tanggung jawab ini menjadi bagian akhir dari persiapan untuk memastikan kebutuhan teknis dan pendukung kegiatan dapat ditangani oleh petugas yang telah ditentukan.

Melalui koordinasi tersebut, MTsN 10 Majalengka berupaya memastikan pelantikan Penggalang Terap Kelas IX tidak hanya terlaksana dengan baik secara teknis, tetapi juga memberi manfaat bagi proses pendidikan siswa. Kepramukaan menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Persiapan yang terencana dan keterlibatan seluruh unsur madrasah diharapkan dapat menghadirkan pelaksanaan pelantikan yang aman, tertib, dan berkesan bagi peserta didik. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MTsN 10 Majalengka memperkuat pembinaan karakter dan meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui kegiatan kesiswaan yang mendukung perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa.

Kontributor: Mutia Meilinia
Editor: D.Win

Kemah Besar MTsN 1 Majalengka, Latih Kemandirian dan Bentuk Karakter Siswa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *