Rajagaluh (KEMENAG) — Pasukan Paskibra Brimaraga MAN 2 Majalengka menggelar rapat evaluasi usai berlaga pada Lomba Olahraga Baris-Berbaris (LOBB) Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Kabupaten Majalengka di kampus MAN 2 Majalengka, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk meninjau secara menyeluruh pelaksanaan lomba, mengapresiasi pencapaian yang telah berjalan optimal, serta merumuskan strategi pembinaan pada agenda mendatang.
Pelaksanaan evaluasi yang didampingi langsung oleh Pembina Paskibra Brimaraga, Reni Tania Nurmala, S.Pd., tersebut tidak hanya menyoroti hasil akhir perolehan nilai di arena perlombaan. Lebih dari itu, jajaran pembina dan seluruh anggota mencermati seluruh tahapan proses yang telah dilalui, mulai dari tingkat kesiapan fisik, kedisiplinan harian, kekompakan formasi, ketepatan variasi gerakan, efektivitas komunikasi antarpersonel, hingga ketahanan mental para anggota saat tampil di bawah tekanan kompetisi.
Dalam pengarahannya, Reni Tania Nurmala menegaskan bahwa peninjauan ulang pasca-kegiatan dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif, bukan untuk saling menyalahkan atas kendala yang dihadapi di lapangan. Menurutnya, setiap dinamika dan pengalaman selama mengikuti kejuaraan harus dimaknai sebagai pijakan utama dalam meningkatkan kualitas diri serta kelembagaan Paskibra Brimaraga.
“Evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu kita perbaiki. Setiap pengalaman dalam perlombaan harus menjadi bahan untuk berkembang dan menjadi lebih baik,” ujar Reni di hadapan seluruh anggota pasukan.
Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, para anggota Paskibra Brimaraga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, kendala teknis, serta pengalaman pribadi mereka sepanjang mengikuti LOBB Kejurcab Kabupaten Majalengka. Berbagai masukan dan catatan kritis yang terhimpun selanjutnya dijadikan bahan penyusunan program latihan yang lebih terukur dan terarah untuk menghadapi ajang-ajang berikutnya.
Reni kembali menambahkan bahwa keberhasilan sebuah tim Paskibra tidak semata-mata diukur dari penampilan beberapa menit di arena lomba, melainkan dari konsistensi, kedisiplinan, dan komitmen tinggi selama menjalani rangkaian proses latihan yang panjang.
“Kita sudah melewati satu pengalaman penting. Sekarang tugas kita adalah mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Kekurangan yang ditemukan menjadi bahan perbaikan, sedangkan hal-hal yang sudah baik harus dipertahankan dan dikembangkan,” tegas Reni.
Melalui konsolidasi dan evaluasi berkala ini, Paskibra Brimaraga MAN 2 Majalengka diharapkan dapat semakin solid serta memiliki motivasi tinggi dalam meningkatkan intensitas dan kualitas latihan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen madrasah dalam menjalankan proses pembinaan kesiswaan yang berkelanjutan guna mencetak generasi muda yang disiplin, kompak, tangguh, dan bertanggung jawab.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar