Cingambul (KEMENAG) — Sejumlah guru MTsN 11 Majalengka memanfaatkan waktu istirahat untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kamis siang (8/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran agar lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan produktif. Para guru saling bertukar gagasan, menyampaikan pandangan, serta membahas cara mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam perangkat pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran masing-masing.
Penyusunan perangkat pembelajaran menjadi bagian penting dalam mempersiapkan proses belajar mengajar. Melalui perencanaan yang matang, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian, dan sikap saling menghargai pada diri siswa.
Sri Rahayu, S.Pd., guru IPA MTsN 11 Majalengka yang turut mengikuti diskusi tersebut, menyampaikan bahwa kolaborasi antarguru dapat membantu memperkaya ide dan memperluas sudut pandang dalam menyusun perangkat pembelajaran.
“Diskusi seperti ini sangat bermanfaat karena kami dapat saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Melalui kerja sama, perangkat pembelajaran dapat disusun dengan lebih baik, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Sri.
Menurutnya, penerapan KBC perlu didukung dengan perencanaan yang tepat agar nilai-nilai cinta kepada Allah Swt., Rasul, ilmu, diri sendiri dan sesama, alam, serta tanah air dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan mampu membangun pengetahuan sekaligus membentuk karakter siswa.
Pemanfaatan waktu istirahat untuk berdiskusi menunjukkan komitmen para guru MTsN 11 Majalengka dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus terpelihara sehingga tercipta proses belajar yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.
Kontributor: Riyan Mardiyana


Komentar