Berita Kemenag

14 Lulusan MA Majalengka Kuliah Sambil Bekerja di Jepang

Majalengka (KEMENAG) — Sebanyak 14 lulusan Madrasah Aliyah (MA) asal Majalengka mendapat kesempatan menjalani kuliah sambil bekerja di Jepang melalui Program Satu Desa Satu Sarjana. Mereka menjadi bagian dari 100 peserta program tahun kedua yang disiapkan untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus pengalaman kerja di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., saat menghadiri peluncuran Program Satu Desa Satu Sarjana dan Kolaborasi Pendidikan Majalengka di Kampus SMK PUI Majalengka, Kamis (8/10/2026).

Euis menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diperoleh para lulusan madrasah tersebut. Menurutnya, keterlibatan 14 lulusan MA menunjukkan bahwa akses pendidikan melalui program tersebut dapat menjangkau peserta didik dari lingkungan madrasah sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan kompetensi di tingkat internasional.

“Bangga, ada 14 orang lulusan Madrasah Aliyah yang mengikuti program ini dan menjalani kuliah sambil bekerja di Jepang,” ujar Euis.

Supervisi KUA, Kepala Kemenag Majalengka Dorong Digitalisasi Layanan KUA dan Etika ASN

Program Satu Desa Satu Sarjana merupakan program strategis Bupati Majalengka untuk memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang tersebar di 334 desa. Program tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan dengan dukungan skema yang menghubungkan pendidikan tinggi dan pengalaman kerja.

Pada tahun pertama, sebanyak 70 mahasiswa telah diberangkatkan. Memasuki tahun kedua, jumlah peserta ditargetkan mencapai 100 mahasiswa. Sebagian peserta tahun kedua diarahkan mengikuti konsep kuliah sambil bekerja, termasuk kesempatan menjalani program magang di Jepang.

Skema tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Mereka dapat menjalani pendidikan tinggi sembari mengenal lingkungan kerja secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat keterampilan, kemandirian, serta kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan kerja yang semakin terbuka.

Kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk membawa pengalaman pendidikan dan pembelajaran dari lingkungan madrasah ke tingkat yang lebih luas. Pendidikan yang diperoleh selama di MA menjadi bagian dari bekal untuk melanjutkan studi, sementara pengalaman bekerja di Jepang dapat memperkaya wawasan dan kompetensi mereka.

Urgensi perluasan akses pendidikan tinggi tersebut tidak terlepas dari kondisi pendidikan masyarakat Majalengka. Data yang disampaikan dalam kegiatan menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Majalengka masih berada pada angka 7,81 tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Tertibkan Tata Kelola Naskah Dinas, Kemenag Majalengka Sosialisasikan PMA Nomor 12 Tahun 2026

Karena itu, program pendidikan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dinilai memiliki arti penting. Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya memperluas akses belajar, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Kehadiran Kepala Kemenag Majalengka dalam peluncuran program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan sinergi lintas sektor di bidang pendidikan. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kesempatan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak anak muda, termasuk lulusan madrasah di Kabupaten Majalengka.

Euis juga melihat pengalaman para mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di Jepang sebagai kesempatan untuk membangun kompetensi sekaligus memperluas wawasan generasi muda Majalengka. Dengan pengalaman tersebut, para peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Program Satu Desa Satu Sarjana pada akhirnya menempatkan pendidikan sebagai pintu untuk memperluas pilihan masa depan generasi muda. Kehadiran 14 lulusan MA Majalengka di antara peserta yang mendapat kesempatan kuliah sambil bekerja di Jepang menjadi bagian dari cerita bahwa lulusan madrasah juga memiliki ruang untuk berkembang, belajar, dan bersaing hingga tingkat global.

Kepala KUA Banjaran Ikuti Zoom Tindak Lanjut Pendampingan dan Monitoring Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *