Berita Daerah KUA

KUA Banjaran Matangkan Persiapan Pemberkasan Monev Triwulan III, Wujudkan Kerja Akuntabel dan Profesional

Banjaran (KEMENAG) – Menjelang pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan III Tahun 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka melakukan persiapan pemberkasan secara menyeluruh, Selasa (6/10/2026).

Persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh administrasi dan dokumen pelaksanaan tugas telah tersusun dengan baik, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Monev Triwulan III sendiri dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/10/2026) bertempat di KUA Kecamatan Argapura.

Proses persiapan pemberkasan melibatkan Penghulu KUA Kecamatan Banjaran, Sofwan Farohi, S.H.I., bersama staf administrasi Apan dan Neng Rinrin Asyifa Lutpiah, S.A.B. Ketiganya melakukan pengecekan dan penataan berbagai dokumen yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan monev.

Bagi KUA Banjaran, pemberkasan bukan sekadar aktivitas administratif untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan. Lebih dari itu, setiap dokumen merupakan rekam jejak pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat yang harus dapat dipertanggungjawabkan.

Administrasi adalah Cermin Akuntabilitas

Kepala KUA Banjaran Ikuti Zoom Tindak Lanjut Pendampingan dan Monitoring Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, administrasi memiliki posisi yang sangat penting. Dokumen yang tertata dengan baik menjadi bukti bahwa setiap pekerjaan telah dilaksanakan melalui proses yang jelas, terukur, dan sesuai dengan ketentuan.

Ketelitian dalam mempersiapkan pemberkasan juga menjadi bagian dari budaya kerja aparatur Kementerian Agama. Setiap data, laporan, dan dokumen pelayanan perlu dipastikan kesesuaian serta kelengkapannya agar tidak hanya terlihat baik secara administratif, tetapi juga benar secara substansi.

Penghulu KUA Banjaran, Sofwan Farohi, menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi monev merupakan bagian dari tanggung jawab dalam melaksanakan amanah pelayanan kepada masyarakat.

“Administrasi yang baik merupakan cermin dari pekerjaan yang baik. Setiap dokumen yang kita susun pada hakikatnya menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, budaya memeriksa kembali dokumen juga penting untuk mencegah kesalahan administrasi. Ketelitian bukan berarti memperlambat pekerjaan, tetapi justru menjadi cara untuk memastikan pekerjaan selesai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kemenag Majalengka Dukung Perbup Tata Kelola Madrasah Diniyah Takmiliyah

Bekerja Bersama, Menjaga Kualitas Pelayanan

Persiapan monev juga memperlihatkan pentingnya kerja sama dalam sebuah organisasi. Pengelolaan administrasi tidak dapat dibebankan kepada satu orang, melainkan membutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kepedulian seluruh unsur yang terlibat.

Sofwan bersama Apan dan Neng Rinrin Asyifa Lutpiah melakukan pengecekan secara bersama-sama terhadap dokumen yang telah tersedia. Berbagai berkas ditata dan diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari kerja tim yang solid. Setiap pegawai memiliki peran masing-masing, namun seluruh peran tersebut bermuara pada tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dari Berkas Menuju Kepercayaan Publik

Kemenag Majalengka Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan RA

Ada filosofi sederhana yang menjadi semangat dalam proses persiapan pemberkasan, yaitu “pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan harus meninggalkan jejak yang dapat diperiksa.”

Setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak berhenti pada selesainya sebuah proses. Ada tanggung jawab administratif yang harus dijaga agar seluruh tahapan pekerjaan memiliki bukti dan rekam kerja yang jelas.

Karena itu, pemberkasan tidak semestinya dipandang sebagai pekerjaan rutin semata. Di balik tumpukan dokumen terdapat nilai integritas, ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Berkas yang lengkap menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Bagi KUA Banjaran, kesiapan menghadapi Monev Triwulan III menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memastikan bahwa tata kelola administrasi dan pelayanan terus berjalan secara profesional.

Dengan semangat bekerja bersama, teliti dalam administrasi, dan bertanggung jawab dalam setiap pelayanan, KUA Banjaran terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, berdampak, dan bermartabat.

Persiapan monev pun menjadi lebih dari sekadar menyiapkan dokumen. Ia menjadi bagian dari ikhtiar menjaga amanah, merawat akuntabilitas, dan memastikan setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat memiliki dasar kerja yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Kontributor: Andri Mulyana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *