Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., membuka Perkemahan Kenaikan Tingkat Pramuka Penggalang Ramu-Rakit dan Outing Class IX Gugus Depan 23.075–23.076 Pangkalan MTsN 8 Majalengka di Bumi Perkemahan (Buper) Sindangkasih, Majalengka, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar disiplin, mandiri, bekerja sama, sekaligus mengasah kepemimpinan melalui pengalaman langsung.
Pembukaan perkemahan diawali dengan upacara dan doa bersama untuk memohon kelancaran, keselamatan, serta keberkahan selama seluruh rangkaian kegiatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelantikan Pramuka Penggalang yang naik tingkat, sebagai tahapan baru dalam perjalanan kepramukaan para peserta didik MTsN 8 Majalengka.
Pada Kesempatan tersebut, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. menyampaikan bahwa kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan. Menurutnya, sedikitnya terdapat tujuh nilai yang dapat tumbuh melalui kegiatan Pramuka, yakni kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, keterampilan hidup, serta kesehatan fisik.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tidak cukup hanya dipahami melalui materi. Pengalaman berada di alam terbuka, menyelesaikan tantangan bersama regu, menjalankan tugas, dan mengambil keputusan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Peserta didik juga didorong membangun solidaritas dan belajar mengambil peran serta tanggung jawab dalam kelompok. Kehidupan di alam terbuka memberi kesempatan kepada mereka untuk lebih peka terhadap lingkungan dan sesama, sekaligus belajar menghadapi situasi yang berbeda dari rutinitas sehari-hari di madrasah.
Kegiatan Pramuka juga dinilai dapat menjadi ruang positif untuk mengurangi ketergantungan peserta didik terhadap gadget. Berbagai aktivitas fisik dan tantangan selama perkemahan mendorong peserta untuk lebih aktif bergerak, menjaga kesehatan, serta membangun ketangguhan diri.
Euis Damayanti turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya sebagai motivasi bagi peserta. Para peserta diingatkan agar tidak membatasi cita-cita dan terus mengembangkan kemampuan melalui pendidikan, pengalaman, kerja keras, serta kemauan untuk belajar.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan di alam terbuka, tetapi menjadi ruang untuk belajar disiplin, mandiri, bekerja sama, bertanggung jawab, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” pesannya.
Bagi peserta didik, pengalaman selama perkemahan menjadi pembelajaran yang berlangsung di luar ruang kelas. Mereka belajar mengatur diri, berinteraksi dengan teman satu regu, menyelesaikan tantangan, dan menjalankan tanggung jawab dalam suasana yang menuntut kemandirian.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 8 Majalengka menempatkan kepramukaan sebagai salah satu bagian dari proses pendidikan karakter. Bekal disiplin, kemandirian, kepedulian, kerja sama, keterampilan hidup, dan kepemimpinan yang diperoleh selama perkemahan diharapkan dapat terus dibawa peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat.


Komentar