Jatiwangi (Kemenag) — GEMA SENIN di MTsN 2 Majalengka kembali menjadi ruang bagi siswa untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa. Setelah pelaksanaan upacara bendera pada Senin (5/10/2026), kegiatan diisi oleh siswa dari peminatan Bahasa Inggris melalui penampilan percakapan sederhana menggunakan bahasa Inggris.
Dalam penampilan tersebut, para siswa mempraktikkan dialog yang berisi pertanyaan dan respons seputar kehidupan sehari-hari. Materi percakapan dibuat dekat dengan situasi yang biasa ditemui siswa sehingga mereka dapat berlatih menggunakan kosakata dan ungkapan bahasa Inggris secara lebih kontekstual.
Enam siswa yang tampil, yakni Nabila Aprilia, Syakira Rifdah, Uda Permana, Fatin Sahira, Elis Dzakira, dan Gavriel Akmal, dibagi menjadi tiga tim. Masing-masing tim menampilkan percakapan secara bergantian di hadapan siswa dan guru setelah upacara selesai.
Kegiatan tersebut dibimbing oleh Miss Ayu Anes Anisya, S.Pd. Melalui pembagian tim dan praktik dialog, siswa tidak hanya belajar mengingat kosakata, tetapi juga dilatih untuk berani berbicara, mendengarkan lawan bicara, serta memberikan respons dalam bahasa Inggris.
Ayu Anes Anisya mengatakan bahwa penggunaan percakapan sehari-hari dipilih agar siswa lebih mudah menghubungkan materi Bahasa Inggris dengan situasi yang mereka alami.
“Kami memilih percakapan yang sederhana dan berkaitan dengan kegiatan sehari-hari agar anak-anak lebih mudah mempraktikkannya. Harapannya, mereka tidak hanya memahami Bahasa Inggris secara teori, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam komunikasi sederhana,” ujar Ayu.
Ia menambahkan, kegiatan seperti GEMA SENIN dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun keberanian berbicara di depan orang lain.
“Yang kami latih bukan hanya kemampuan bahasanya, tetapi juga keberanian dan rasa percaya diri. Ketika anak-anak sering diberi kesempatan untuk tampil, mereka akan semakin terbiasa berbicara dan tidak takut melakukan kesalahan,” tambahnya.
Melalui GEMA SENIN, pembelajaran Bahasa Inggris di MTsN 2 Majalengka diupayakan tidak berhenti di ruang kelas. Praktik percakapan secara langsung menjadi bagian dari pembiasaan berbahasa sekaligus sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar