Berita Kemenag

Kepala Kankemenag Majalengka Dorong Penyuluh Adaptif Hadapi Perubahan di Era Digital

Majalengka (KEMENAG) – Penyuluh agama perlu terus memperkuat kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar pesan keagamaan dapat disampaikan secara relevan, komunikatif, dan dekat dengan karakter masyarakat saat ini. Penguatan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan yang membahas strategi dan kompetensi penyuluh di era digital.

Perubahan karakter antargenerasi serta pesatnya perkembangan media sosial membuat pola komunikasi penyuluhan perlu terus disesuaikan. Penyuluh tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga perlu memahami siapa dan bagaimana karakter masyarakat yang menjadi sasaran penyuluhan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menekankan pentingnya kemampuan tersebut. Menurutnya, pendekatan penyuluhan harus mampu mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan substansi nilai-nilai keagamaan.

“Penyuluh tidak hanya dituntut menguasai materi keagamaan, tetapi juga memahami karakter sasaran penyuluhan. Materi yang disampaikan kepada generasi muda, misalnya, perlu dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka dan mengikuti perkembangan isu yang sedang menjadi perhatian di ruang digital,” ujar Euis.

Euis menambahkan, materi penyuluhan perlu memiliki keterkaitan dengan persoalan dan perkembangan yang tengah dihadapi masyarakat.
“Materi harus relevan dengan kebutuhan dan tren saat ini,” tegasnya.

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Pemanfaatan media digital pun menjadi bagian penting dalam strategi dakwah dan penyuluhan. Melalui berbagai platform digital, pesan keagamaan memiliki peluang menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk kelompok generasi muda yang sehari-hari berinteraksi melalui ruang digital.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian ialah pengembangan materi tentang ta’aruf dalam konteks digital bagi kalangan muda. Materi tersebut dapat dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan kehidupan mereka, sementara materi keagamaan yang lebih konvensional tetap dapat disampaikan melalui forum yang tepat, seperti majelis taklim.

Kompetensi Penyuluh Perlu Dipersiapkan

Penguatan kapasitas penyuluh juga berkaitan dengan kesiapan menghadapi penilaian kompetensi jabatan. Sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan meliputi kompetensi manajerial, sosial-kultural, adaptasi digital, dan teknis keagamaan.

Peserta diingatkan untuk memahami ketentuan penilaian secara menyeluruh, termasuk mempelajari Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 193 Tahun 2026 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Penilaian Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam.

Tahapan penilaian dapat mencakup Computer Assisted Test (CAT), wawancara tertulis, dan wawancara daring. Materi yang dihadapi bukan sekadar menguji kemampuan menghafal regulasi, melainkan juga kemampuan memahami persoalan, menganalisis kasus, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah yang muncul dalam pelaksanaan tugas.

Kepala MTsN 3 Majalengka Ikuti Pendampingan Pemetaan Potensi Conflict of Interest

“Penyuluh yang belum pernah mengikuti penilaian kompetensi perlu mulai mempersiapkan diri sejak dini sehingga memiliki bekal yang cukup ketika kesempatan penilaian kembali dibuka.” pesan Euis

Kemampuan Komputer Menjadi Kebutuhan

Kemampuan menggunakan komputer turut menjadi perhatian. Penguasaan perangkat digital bagi penyuluh tidak berhenti pada penggunaan telepon pintar, tetapi juga mencakup keterampilan dasar komputer yang dibutuhkan dalam berbagai pekerjaan dan tahapan penilaian berbasis digital.

Penggunaan aplikasi ujian, sistem berbasis browser, maupun formulir daring memerlukan keterampilan teknis yang memadai. Latihan secara berkala dapat membantu penyuluh lebih terbiasa menghadapi CAT sekaligus mendukung pekerjaan administrasi sehari-hari.

Euis menilai kemampuan tersebut menjadi bagian dari tuntutan penyuluh di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat.

“Adaptasi digital tersebut sekaligus berkaitan dengan tuntutan penyuluh untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan dakwah,” ungkapnya.

Konsisten Bentuk Karakter, MTsN 3 Majalengka Rutin Gelar Program Doa Pagi Bersama

Peluang Pelatihan Desain dan Konten Digital

Penguatan keterampilan digital juga diarahkan pada kemampuan menghasilkan materi komunikasi yang lebih menarik. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang mengikuti pelatihan desain grafis dan video content creator melalui program pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika di Bandung.

Program tersebut dapat memberikan keterampilan praktis, mulai dari membuat flyer, spanduk, hingga memproduksi konten video. Pelatihan juga disebut dilengkapi sertifikat serta tahapan pretest dan posttest.

Sebagai tindak lanjut, pengajuan proposal pelatihan kepada pihak terkait didorong dilakukan sebelum akhir tahun. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang memperoleh program pelatihan pada awal atau April tahun berikutnya.

Keterampilan desain dan produksi konten pada akhirnya perlu diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan. Penyuluh dapat memanfaatkannya untuk mengemas materi keagamaan dalam bentuk yang lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat, terutama generasi yang aktif di ruang digital.

Penguatan kompetensi tersebut pada dasarnya berkaitan erat dengan kualitas layanan penyuluhan. Kemampuan manajerial, sosial-kultural, teknis keagamaan, dan adaptasi digital perlu berkembang secara beriringan agar penyuluh mampu merespons perubahan zaman tanpa meninggalkan substansi nilai-nilai agama.

Di tengah tuntutan profesionalitas tersebut, aktivitas penyuluhan juga tetap ditempatkan sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah. Dengan bekal kompetensi yang terus diperbarui serta pemanfaatan teknologi yang tepat, penyuluh diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *