Rajagaluh (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P. Kim., melakukan monitoring pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di titik lokasi MAN 2 Majalengka, Selasa (6/10/2026). Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Kehadiran Kepala Kantor Kemenag Majalengka di lokasi sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap peserta didik madrasah yang sedang mengikuti kompetisi. Ia meninjau langsung proses pelaksanaan, melihat kondisi peserta, serta memastikan seluruh rangkaian olimpiade berlangsung dalam suasana yang kondusif.
OMI di titik lokasi MAN 2 Majalengka dilaksanakan selama dua hari dengan peserta dari tiga jenjang pendidikan madrasah. Pada Senin (5/10/2026), kompetisi diikuti enam peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan sembilan peserta dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Pelaksanaan berlanjut pada Selasa (6/10/2026) untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang. Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 33 peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA yang mengikuti OMI pada titik lokasi MAN 2 Majalengka.
Di tengah pelaksanaan kompetisi, suasana di lokasi tampak tertib. Para peserta mengikuti tahapan olimpiade sesuai ketentuan, sementara pendamping dan panitia memastikan kebutuhan teknis selama kegiatan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Bagi Dr. Hj. Euis Damayanti, OMI memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk memperoleh hasil terbaik. Ajang tersebut menjadi ruang bagi peserta didik madrasah untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman dalam menghadapi tantangan secara sportif dan bertanggung jawab.
“Melalui Olimpiade Madrasah Indonesia, kita ingin memberikan ruang kepada anak-anak madrasah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Yang terpenting bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses belajar, sportivitas, dan pengalaman yang mereka dapatkan,” ujar Kepala Kantor Kemenag Majalengka.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan peserta didik. Mereka belajar mempersiapkan diri, mengelola kemampuan, menghadapi persaingan secara sehat, serta menghargai hasil yang diperoleh melalui proses yang telah dijalani.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti OMI, baik yang berasal dari jenjang MI, MTs, maupun MA. Apresiasi juga disampaikan kepada para pendamping, panitia, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan kompetisi di Kabupaten Majalengka.
“Setiap peserta yang hadir dan berani mengikuti kompetisi sudah mendapatkan pengalaman berharga. Jadikan kesempatan ini sebagai bagian dari proses untuk terus belajar dan berkembang,” pesannya.
Pelaksanaan OMI juga menjadi salah satu ruang untuk melihat potensi akademik dan kemampuan peserta didik madrasah. Potensi tersebut perlu terus mendapatkan dukungan agar dapat berkembang melalui berbagai kesempatan, baik di tingkat kabupaten maupun pada jenjang kompetisi berikutnya.
Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, lanjut Euis, akan terus mendorong program-program yang memberikan ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, daya saing, dan karakter positif. Upaya tersebut penting agar prestasi madrasah tumbuh bersama dengan kualitas proses pendidikan yang dijalankan.
Monitoring di MAN 2 Majalengka menjadi bagian dari perhatian Kemenag Majalengka terhadap pelaksanaan OMI di daerah. Dengan pemantauan langsung, berbagai unsur yang terlibat dapat memastikan kompetisi berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi peserta didik.
Setelah mengikuti rangkaian kompetisi, para peserta diharapkan membawa pulang lebih dari sekadar hasil perlombaan. Pengalaman berkompetisi, keberanian menghadapi tantangan, sportivitas, dan kesempatan untuk mengukur kemampuan diri menjadi bekal penting bagi perjalanan pendidikan mereka.
Pelaksanaan OMI pada titik lokasi MAN 2 Majalengka pun berlangsung tertib dan lancar. Sebanyak 33 peserta dari tiga jenjang madrasah telah mengikuti kompetisi dengan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, membawa nama madrasah sekaligus menumbuhkan harapan akan lahirnya prestasi baru bagi Kabupaten Majalengka.


Komentar