Malausma (KEMENAG) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, Euis Rohmawati, S.Sos.I, melaksanakan kegiatan pengentasan buta aksara Al-Qur’an melalui pembelajaran ilmu tajwid pada ba’da Magrib di kediaman rumahnya, Desa Cibeureum, Kecamatan Talaga. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan kepada masyarakat agar mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar.
Namun, kegiatan mengaji tersebut harus dilaksanakan di rumah Euis, setelah Mushala Miftahul Falah mengalami kebakaran hebat pekan lalu akibat korsleting listrik. Kondisi bangunan yang terdampak kebakaran membuat aktivitas pembelajaran untuk sementara tidak dapat dilaksanakan di mushala.

Meski demikian, Euis memilih untuk tetap melanjutkan pembelajaran dengan memanfaatkan rumahnya sebagai tempat mengaji. Peserta tetap mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an, terutama materi ilmu tajwid yang meliputi kaidah dan ketepatan dalam pelafalan huruf serta bacaan.
“Kegiatan mengaji tetap kami lanjutkan meskipun tempatnya sementara berpindah ke rumah. Saya berharap anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an secara rutin sambil menunggu kondisi musala kembali memungkinkan untuk digunakan,” ujar Euis saat ditemui disela-sela kegiatan, Senin (5/9/2026).
Menurut Euis, pembelajaran ilmu tajwid menjadi salah satu aspek penting dalam pengentasan buta aksara Al-Qur’an. Peserta tidak hanya diarahkan untuk mengenal dan membaca huruf hijaiyah, tetapi juga dibimbing agar mampu menerapkan kaidah tajwid dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap ba’da Magrib tersebut menjadi sarana pembinaan keagamaan yang tetap berjalan di tengah keterbatasan akibat musibah. Pemanfaatan rumah sebagai tempat belajar menunjukkan adanya upaya menjaga kesinambungan pendidikan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, Euis terus mengambil peran dalam memberikan layanan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Pembelajaran diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kebiasaan belajar Al-Qur’an secara teratur.
Kontributor: Alif Sinta


Komentar