Jatitujuh (KEMENAG) — Dukungan terhadap budaya literasi dan produktivitas guru dalam menghasilkan karya tulis terus mendapat perhatian dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Hal tersebut terlihat dalam dukungan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., terhadap penulisan buku Antologi Pendidikan yang melibatkan guru MTsN 7 Majalengka, Teddy Hermansyah, S.Pd., Kamis (1/10/2026).
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Teddy Hermansyah merupakan guru PPKn MTsN 7 Majalengka yang juga aktif sebagai Sekretaris MGMP Pendidikan Pancasila Provinsi Jawa Barat sekaligus salah satu penulis dalam buku Antologi Pendidikan.
Kegiatan penulisan buku antologi ini menjadi bagian dari upaya mendorong guru untuk tidak hanya menjalankan tugas pembelajaran di kelas, tetapi juga mengembangkan budaya menulis dan mendokumentasikan pengalaman serta gagasan pendidikan dalam bentuk karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Teddy Hermansyah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka. Menurutnya, dukungan dari pimpinan menjadi energi positif bagi para guru untuk terus berkarya dan meningkatkan budaya literasi di lingkungan madrasah.
“Saya sangat mengapresiasi dukungan Ibu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka terhadap kegiatan penulisan buku antologi pendidikan ini. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami para guru untuk terus berkarya, menulis, dan berbagi pengalaman maupun gagasan dalam dunia pendidikan. Kami berharap buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi karya, tetapi juga memberikan inspirasi dan manfaat bagi guru serta masyarakat luas,” ujar Teddy.
Ia menambahkan bahwa menulis merupakan salah satu bentuk kontribusi guru dalam mengembangkan pendidikan. Pengalaman yang diperoleh selama melaksanakan proses pembelajaran, mengelola kegiatan pendidikan, maupun berinteraksi dengan peserta didik dapat dituangkan menjadi gagasan yang bernilai dan dapat dibagikan kepada orang lain.
Menurut Teddy, keterlibatan guru dalam kegiatan literasi juga sejalan dengan semangat peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik. Guru diharapkan mampu terus mengembangkan diri, baik melalui kegiatan pembelajaran, organisasi profesi, maupun karya tulis yang dapat menjadi bagian dari pengembangan pengetahuan dan pengalaman pendidikan.
“Kami berharap semakin banyak guru yang berani memulai untuk menulis. Tidak harus selalu dimulai dengan tulisan yang sempurna, tetapi dengan kemauan untuk menuangkan pengalaman, pemikiran, dan praktik baik yang telah dilakukan. Dari proses tersebut, budaya literasi akan tumbuh dan berkembang,” tuturnya.
Keberadaan buku Antologi Pendidikan diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi para pendidik untuk berbagi perspektif, pengalaman, dan praktik baik dalam dunia pendidikan. Selain menjadi karya bersama, buku tersebut juga dapat menjadi dokumentasi perjalanan pemikiran dan kontribusi guru dalam memajukan pendidikan.
Dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka terhadap karya literasi guru menjadi momentum positif untuk terus memperkuat budaya membaca dan menulis di lingkungan madrasah. Guru tidak hanya dituntut menjadi pembelajar bagi peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi insan pendidik yang produktif dalam menghasilkan karya.
Melalui kegiatan tersebut, semangat berkarya di kalangan guru diharapkan semakin tumbuh sehingga madrasah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan.
Kontributor: Suratman


Komentar