Berita Daerah MAN

Jumat Penuh Makna, Warga MAN 3 Majalengka Dalami Fadhilah Amalan Hari Jumat

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana religius mewarnai Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka ketika seluruh warga madrasah melaksanakan salat Jumat berjamaah, Jumat (2/10/2026). Tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah pekanan, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman tentang keutamaan hari Jumat sekaligus menguatkan pembiasaan amalan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa, guru, dan tenaga kependidikan MAN 3 Majalengka mengikuti rangkaian salat Jumat dengan tertib. Sebelum pelaksanaan, para jamaah mempersiapkan diri dengan berwudu dan menempati saf secara rapi. Setelah azan berkumandang, jamaah menyimak khutbah Jumat yang disampaikan Pembina Keagamaan MAN 3 Majalengka, Ust. Jali Rojali, S.Pd.I.

Dalam khutbah yang mengangkat tema Fadhilah Amalan Hari Jumat, Jali Rojali menjelaskan berbagai keutamaan hari Jumat sekaligus mengajak warga madrasah menjadikan momentum tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki akhlak.

Menurutnya, keistimewaan hari Jumat perlu diisi dengan berbagai amal kebaikan, bukan hanya melalui pelaksanaan salat Jumat, tetapi juga dengan memperbanyak doa, membaca selawat, bersedekah, menjaga kebersihan, serta memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari Jumat merupakan Sayyidul Ayyam, yaitu penghulu atau pemimpin dari seluruh hari. Karena itu, momentum ini perlu kita manfaatkan untuk meningkatkan amal ibadah, memperbanyak selawat, bersedekah, serta menjaga kebersihan dan kedisiplinan diri,” ujar Jali Rojali dalam khutbahnya.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

Ia juga mengingatkan para siswa bahwa pembentukan karakter tidak dapat dipisahkan dari pembiasaan ibadah. Nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan keagamaan diharapkan dapat tercermin dalam sikap siswa, baik ketika berada di madrasah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Salat Jumat sebagai Pembinaan Karakter

Pelaksanaan salat Jumat berjamaah menjadi salah satu bagian dari pembinaan keagamaan di MAN 3 Majalengka. Kegiatan tersebut memberikan ruang kepada peserta didik untuk membangun kebiasaan beribadah secara tertib sekaligus belajar menjalankan tanggung jawab sebagai seorang muslim.

Kebiasaan mengikuti salat Jumat secara berjamaah juga mengajarkan sejumlah nilai sosial kepada siswa. Ketertiban dalam menempati saf, menjaga suasana masjid, menyimak khutbah, serta menghormati jamaah lainnya menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter yang berlangsung secara langsung.

Bagi madrasah, pembinaan keagamaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pemahaman pengetahuan agama, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku peserta didik. Nilai-nilai religius diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan berakhlak mulia.

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Jali Rojali juga mengajak para siswa untuk tidak berhenti pada pemahaman tentang keutamaan hari Jumat, tetapi mengimplementasikan pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan nyata. Menurutnya, ibadah yang dilakukan secara rutin harus memberikan pengaruh terhadap perilaku dan hubungan seseorang dengan sesama.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan siswa di madrasah. Pendidikan agama diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memahami materi keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Membiasakan Amalan Positif

Melalui momentum Jumat, warga MAN 3 Majalengka terus didorong untuk membangun kebiasaan positif secara konsisten. Memperbanyak selawat, bersedekah, menjaga kebersihan, disiplin waktu, serta membangun kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan peserta didik.

Pembiasaan tersebut diharapkan mampu membentuk lingkungan madrasah yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga memperkuat karakter spiritual dan sosial siswa.

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Pelaksanaan salat Jumat berjamaah juga menjadi kesempatan bagi guru untuk memberikan keteladanan kepada peserta didik. Kehadiran guru dan tenaga kependidikan bersama siswa dalam satu saf menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 3 Majalengka terus berupaya mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pembinaan keagamaan. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh siswa melalui kegiatan ibadah dapat terbawa ke dalam aktivitas pembelajaran dan kehidupan sosial mereka.

Ke depan, pembinaan keagamaan di lingkungan MAN 3 Majalengka akan terus dilaksanakan secara konsisten melalui berbagai kegiatan yang mendukung penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik.

Dengan demikian, salat Jumat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah pekanan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan kedisiplinan, ketertiban, kepedulian, dan akhlakul karimah kepada generasi muda madrasah.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *