Berita Daerah MAN

Dewan Ambalan MAN 3 Majalengka Matangkan Pembukaan Pecapa 2026

Jatiwangi (KEMENAG) — Menjelang pelaksanaan Perkemahan Calon Penegak (Pecapa) Tahun 2026, Dewan Ambalan Pangkalan Pramuka MAN 3 Majalengka mematangkan kesiapan petugas upacara pembukaan melalui latihan terpadu di Lapangan Utama MAN 3 Majalengka, Sabtu (3/10/2026).

Latihan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian upacara pembukaan Pecapa dapat berlangsung tertib, lancar, dan khidmat. Selain mematangkan aspek teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, serta kesiapan mental para anggota Dewan Ambalan yang terlibat sebagai panitia dan petugas kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pengarahan teknis mengenai mekanisme pelaksanaan upacara. Para petugas kemudian mengikuti simulasi tata upacara bendera dan latihan baris-berbaris sesuai dengan pembagian tugas masing-masing.

Dalam latihan tersebut, setiap personel diarahkan untuk memahami posisi, urutan gerakan, aba-aba, perpindahan petugas, hingga koordinasi antarpersonel. Evaluasi dilakukan secara langsung untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ditemukan selama simulasi.

Narasumber Seksi Kegiatan Pecapa 2026, Maman Sudirman, S.Pd., mengatakan kesiapan petugas menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran pembukaan kegiatan.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

“Latihan ini bukan sekadar simulasi, tetapi juga menjadi proses pembentukan mental, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan. Setiap petugas harus memahami tugasnya sehingga ketika pelaksanaan nanti seluruh rangkaian dapat berjalan tertib dan khidmat,” ujar Maman Sudirman saat mendampingi latihan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan upacara membutuhkan koordinasi yang baik karena melibatkan sejumlah personel dengan tugas yang berbeda. Oleh sebab itu, latihan dilakukan secara bersama-sama agar setiap petugas memahami alur kegiatan sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, kesalahan kecil dalam pelaksanaan upacara perlu diminimalkan melalui latihan dan evaluasi secara berulang. Dengan demikian, para petugas tidak hanya mengandalkan hafalan gerakan, tetapi juga memiliki kesiapan mental ketika menjalankan tugas di hadapan peserta Pecapa.

Membentuk Calon Penegak yang Disiplin dan Bertanggung Jawab

Perkemahan Calon Penegak merupakan bagian dari proses pembinaan kepramukaan bagi peserta didik yang memasuki jenjang Pramuka Penegak. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas melalui aktivitas kepramukaan yang menekankan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab.

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Melalui Pecapa, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dalam kegiatan perkemahan, tetapi juga dilatih untuk mampu mengatur diri, bekerja dalam kelompok, mengambil tanggung jawab, serta menyelesaikan berbagai tugas secara bersama-sama.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Aktivitas kepramukaan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung sehingga nilai kedisiplinan dan tanggung jawab tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Pecapa diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan kehidupan dan budaya kepramukaan kepada calon anggota Pramuka Penegak. Peserta mendapatkan pengalaman mengenai tata tertib, kepemimpinan, kerja sama regu, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Dalam konteks pembinaan di madrasah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan madrasah, seperti tanggung jawab, disiplin, kepedulian, integritas, dan kemampuan bekerja sama.

Evaluasi Menjadi Bagian dari Persiapan

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai, Dewan Ambalan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan. Evaluasi mencakup ketepatan posisi setiap personel, kesesuaian gerakan, ketepatan aba-aba, koordinasi antarpetugas, serta kesiapan menghadapi situasi di lapangan.

Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pada latihan berikutnya. Setiap petugas diharapkan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan.

Maman menambahkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pada hari H, tetapi juga oleh kualitas persiapan yang dilakukan sebelumnya.

“Persiapan yang matang akan membuat setiap petugas lebih percaya diri. Karena itu, setiap kekurangan yang ditemukan saat latihan harus segera dievaluasi dan diperbaiki,” katanya.

Latihan upacara pembukaan Pecapa 2026 juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Dewan Ambalan. Mereka tidak hanya bertugas membantu kelancaran kegiatan, tetapi memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan, membangun komunikasi, membagi tugas, serta menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Dengan latihan dan evaluasi yang dilakukan secara terstruktur, Dewan Ambalan Pangkalan Pramuka MAN 3 Majalengka diharapkan semakin siap mendukung pelaksanaan Pecapa 2026.

Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan mampu menghadirkan pengalaman kepramukaan yang edukatif bagi peserta serta menjadi sarana pembentukan calon Pramuka Penegak yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *