Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.4 MAN 2 Majalengka mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Sunda yang berfokus pada materi istilah pancakaki dan pola nama pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan belajar mengajar ini dibimbing langsung oleh guru Bahasa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd.
Dalam pembelajaran tersebut, para murid diperkenalkan dengan istilah pancakaki yang berkaitan erat dengan hubungan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat Sunda. Materi ini disajikan untuk membantu murid memahami berbagai sebutan bagi anggota keluarga berdasarkan garis keturunan, baik secara langsung maupun melalui hubungan keluarga lainnya.
Selain pancakaki, para murid juga mempelajari pola nama yang lazim digunakan oleh masyarakat Sunda. Materi ini memberikan pemahaman mendalam bahwa sebuah nama tidak sekadar berfungsi sebagai identitas diri, tetapi juga mencerminkan kebiasaan, nilai budaya, serta latar belakang tradisi masyarakat Sunda.
Guru Bahasa Sunda MAN 2 Majalengka, Reni Tania Nurmala, menjelaskan bahwa penguasaan terhadap istilah pancakaki dan pola nama sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pengetahuan budaya Sunda di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Melalui materi pancakaki dan pola nama, murid diharapkan tidak hanya mengetahui istilahnya, tetapi juga memahami hubungan kekerabatan dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Reni.
Pembelajaran ini menjadi bagian integral dari upaya sekolah dalam mengenalkan budaya Sunda secara kontekstual kepada para peserta didik. Dengan memahami istilah kekerabatan dan pola nama tersebut, para murid diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berkontribusi aktif dalam melestarikan budaya Sunda.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar