Rajagaluh (KEMENAG) — Siswa kelas XII.11 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak dengan fokus materi Ukhuwah dalam Islam yang dibimbing oleh pengajar Joni Widodo, S.Pd.I., Kamis (1/10/2026). Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mengajak para siswa memahami secara mendalam pentingnya nilai persaudaraan, kepedulian, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Ukhuwah dalam Islam dipahami sebagai bentuk persaudaraan yang dilandasi oleh nilai-nilai keislaman. Konsep persaudaraan ini tidak hanya terbatas pada ikatan hubungan keluarga, melainkan juga mencakup relasi antarsesama manusia yang dibangun atas dasar keimanan, kepedulian, kasih sayang, serta sikap saling menghormati.
Melalui pembelajaran tersebut, para siswa mendalami tiga bentuk utama ukhuwah. Pertama, ukhuwah Islamiah, yakni persaudaraan antarsesama umat Islam. Kedua, ukhuwah wathaniyah, yaitu persaudaraan sebagai sesama warga bangsa. Ketiga, ukhuwah insaniah, yakni persaudaraan antarumat manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Selain pemahaman teoritis, para siswa juga dibekali pemahaman mengenai perwujudan ukhuwah dalam aksi nyata. Penerapan tersebut dapat ditunjukkan melalui perilaku saling membantu dalam kebaikan, menjaga hubungan baik, menghormati perbedaan, mengikis prasangka buruk, serta menyelesaikan setiap perselisihan dengan cara yang bijak. Seluruh sikap positif tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pengajar Akidah Akhlak MAN 2 Majalengka, Joni Widodo, S.Pd.I., menegaskan bahwa ukhuwah tidak cukup sekadar dipahami sebagai wacana atau konsep semata, melainkan wajib diimplementasikan dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Ukhuwah dalam Islam mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan dan memperlakukan sesama dengan baik. Murid perlu memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar menghargai dan menjaga hubungan dengan sesama,” ungkap Joni.
Joni menambahkan bahwa bangunan persaudaraan yang kokoh harus selalu dilandasi oleh sikap saling menghormati dan rasa kepedulian yang tinggi.
“Saya berharap murid mampu menerapkan nilai ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di lingkungan masyarakat. Mulailah dari hal sederhana, seperti menghargai teman, membantu ketika ada yang membutuhkan, dan menjaga ucapan agar tidak menyakiti orang lain,” tambahnya.
Pembelajaran Akidah Akhlak ini menjadi bagian integral dari upaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik. Tujuannya agar para siswa tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga terampil menerapkannya dalam interaksi sosial. Melalui pemaknaan ukhuwah yang kuat, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang peduli, santun, dan mampu merekatkan tali persaudaraan di tengah dinamika keberagaman.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar