Berita Kemenag MAN

Tingkatkan Kompetensi Praktikum, Guru Fisika MAN 1 Majalengka Ikuti Pelatihan Instrumentasi di ITB

Bandung (KEMENAG) — Dua guru mata pelajaran Fisika dari MAN 1 Majalengka, Wida Yuliantini, S.Pd. dan Ida Nurhidayah, S.Pd., mengikuti Pelatihan Perancangan dan Instrumentasi Praktikum Fisika di Gedung Basic Science Center A, Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Kelompok Kerja (FKK) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Madrasah Aliyah (MA) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan ITB ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru madrasah. Pelatihan bertujuan agar para pendidik mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran praktikum yang inovatif, kontekstual, serta relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang diikuti oleh puluhan guru Fisika MA dari berbagai daerah di Jawa Barat. Pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., Ketua Tim Guru Bidang Pendidikan Madrasah Hj. Widya Arthawati, M.Pd., serta Bendahara FKK MGMP Fisika MA Jabar, Taofik Riswana, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kolaborasi antara MGMP dan perguruan tinggi ternama. Ia berharap keberhasilan FKK MGMP Fisika MA Jabar ini dapat menginspirasi MGMP mata pelajaran lainnya.

“Keberhasilan FKK MGMP Fisika MA Jabar dalam penyelenggaraan workshop berkolaborasi dengan ITB ini hendaknya dapat memotivasi MGMP mata pelajaran lain. Peserta didik akan semakin percaya pada guru yang profesional dan terus mengasah keahlian di bidangnya. Semua ini tidak terlepas dari peran gigih guru yang tak pernah lelah belajar demi kemajuan anak didik,” ujar Badruzaman.

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi serta bimbingan teknis dari jajaran pakar ITB. Di ruang utama, materi disampaikan oleh Dr. Irfan Dwi Aditya, Dr. Maman Budiman, dan Prof. M. Miftahul Munir. Sementara itu, pendalaman praktik laboratorium dibagi ke dalam beberapa sesi khusus, yakni Dr. Nina Siti Aminah di Laboratorium 1, Dr. Maria Evita di Laboratorium 2, serta Fahdzi Muttaqien, Ph.D. di Laboratorium 3.

Para peserta diperkenalkan pada prinsip perancangan alat praktikum, pemanfaatan sensor, sistem pengukuran, hingga strategi pengujian instrumen. Selain menerima teori, peserta secara aktif mencoba instrumen pengukuran, menganalisis data, serta mendiskusikan penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah.

Guru Fisika MAN 1 Majalengka, Wida Yuliantini, S.Pd. dan Ida Nurhidayah, S.Pd., mengaku mendapatkan banyak wawasan dan pengalaman baru dari pelatihan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pemahaman yang nyata tentang bagaimana merancang dan menggunakan instrumen praktikum secara efektif. Pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk menghadirkan pembelajaran Fisika yang lebih menarik, interaktif, dan aplikatif bagi peserta didik di madrasah,” ungkap Wida dan Ida.

Sebagai tindak lanjut, pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan ini rencananya akan didiseminasikan dan diimbaskan kepada rekan sejawat di lingkungan MGMP tingkat kabupaten, sehingga inovasi praktikum dapat diterapkan secara meluas di masing-masing madrasah.

Kepala MTsN 3 Majalengka Ikuti Pendampingan Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Melalui sinergi antara MGMP Fisika MA Jawa Barat dan ITB ini, diharapkan dapat lahir berbagai inovasi pembelajaran praktikum yang kreatif, sederhana, dan bermakna. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mutu layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.

Kontributor: Wawan Abdul Gani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *