Berita Daerah

Tingkatkan Literasi Lingkungan, MTsN 2 Majalengka Buat Taman Edukasi Lengkap dengan Label Taksonomi Tumbuhan

Jatiwangi (Kemenag) — Lingkungan madrasah tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang hijau, tetapi juga dikembangkan menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, Senin (28/9/2026). MTsN 2 Majalengka menghadirkan taman edukasi yang dilengkapi label taksonomi tumbuhan sebagai upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan objek nyata, khususnya dalam pembelajaran IPA

Taman tersebut tertata di sepanjang selasar bangunan madrasah dan diisi dengan berbagai jenis tanaman. Setiap tanaman dilengkapi papan informasi yang memuat identitas dan klasifikasi tumbuhan, mulai dari famili, genus, hingga spesies serta nama lokalnya.

Keberadaan label tersebut membuat taman tidak hanya berfungsi sebagai penghias lingkungan, tetapi juga menjadi media belajar terbuka yang dapat dimanfaatkan siswa ketika mempelajari materi tentang tumbuhan. Siswa dapat mengamati tanaman secara langsung sekaligus mengenali nama dan sistematika ilmiahnya.

Wakamad Bidang Sarana dan Prasarana MTsN 2 Majalengka, Drs. H. Iis Islahulyaqin, mengatakan bahwa taman tersebut memang disiapkan agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran siswa, terutama untuk mendukung pembelajaran IPA.

“Taman ini dibuat agar menjadi tempat pembelajaran bagi siswa, khususnya dalam pembelajaran IPA. Biasanya guru memanfaatkan taman agar anak-anak bisa belajar mengenai sistematika tanaman secara langsung, sehingga mereka tidak hanya belajar dari buku atau penjelasan di kelas,” ujar H. Iis.

Supervisi KUA, Kepala Kemenag Majalengka Dorong Digitalisasi Layanan KUA dan Etika ASN

Menurutnya, keberadaan taman edukasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan memanfaatkan lingkungan madrasah. Materi yang sebelumnya dipahami melalui teori dapat diamati secara langsung melalui berbagai tanaman yang tersedia di taman.

Selain mendukung pembelajaran, taman tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan berinteraksi langsung dengan berbagai jenis tanaman, siswa diharapkan semakin mengenal keanekaragaman tumbuhan sekaligus memiliki kesadaran untuk merawat dan menjaga lingkungan madrasah.

Pemanfaatan taman sebagai ruang belajar terbuka menjadi salah satu bentuk pengembangan lingkungan madrasah yang edukatif. Keberadaan label taksonomi membuat setiap tanaman memiliki nilai pembelajaran sehingga ruang hijau di MTsN 2 Majalengka dapat menjadi sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Kontributor : Rika Gayatri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *