Jatiwangi (Kemenag) — Belajar membutuhkan proses, kesabaran, dan ketekunan untuk memperoleh hasil yang dapat dirasakan pada masa depan. Pesan tersebut disampaikan Iim Halimatul Mu’minah, M.Pd., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di MTsN 2 Majalengka, Senin (28/9/2026).
Upacara yang berlangsung di lapangan madrasah tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Sementara itu, petugas upacara berasal dari siswa kelas VIII A yang menjalankan tugas dalam rangkaian upacara dengan tertib.
Dalam amanatnya, Iim mengingatkan siswa bahwa belajar merupakan investasi untuk masa depan. Menurutnya, rasa lelah yang dirasakan ketika belajar hanya bersifat sementara, sedangkan manfaat dari ilmu yang diperoleh dapat dirasakan dalam kehidupan mereka kelak.
“Belajar itu adalah investasi masa depan kalian. Ketika kalian merasa lelah, itu hanyalah sementara. Hasil dari kalian belajar dan menuntut ilmu hari ini akan kalian nikmati seumur hidup kalian di masa depan kelak,” ungkap Iim.

Ia kemudian mengibaratkan proses belajar seperti menanam sebuah pohon. Sebuah pohon tidak dapat langsung tumbuh tinggi, tetapi membutuhkan proses mulai dari menanam, memupuk, menyiram, hingga merawatnya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Demikian pula dengan proses menuntut ilmu yang membutuhkan waktu dan usaha secara berkelanjutan.
Dalam amanatnya, Iim menyampaikan tiga pesan kepada para siswa. Pertama, siswa diminta meniatkan diri datang ke madrasah untuk mendapatkan ilmu baru dan bermanfaat, bukan sekadar menjalankan kewajiban bersekolah.
Kedua, siswa diajak untuk menghargai setiap proses pembelajaran. Ia mengingatkan siswa agar tidak malu bertanya ketika belum memahami sesuatu serta tidak ragu mencoba meskipun masih merasa takut atau khawatir melakukan kesalahan.
“Jika kalian tidak tahu, bertanyalah. Jangan takut untuk mencoba. Walaupun ada rasa takut atau malu, dengan mencoba kalian akan tahu dan mendapatkan pengalaman,” pesannya.
Pesan ketiga berkaitan dengan orang tua. Iim mengingatkan siswa untuk mengingat perjuangan dan kerja keras orang tua yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk menempuh pendidikan. Menurutnya, di balik perjuangan tersebut terdapat harapan agar anak-anak kelak menjadi pribadi yang sukses, berbakti, serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Selain itu, Iim mengajak siswa untuk bijak dalam memilih lingkungan pergaulan. Ia menggunakan perumpamaan tentang elang dan ayam untuk menggambarkan pentingnya memilih teman yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan diri.
“Jika kalian ingin terbang seperti elang, berkumpullah dengan segerombolan elang. Artinya, kalian harus bisa memilih dan memilah teman yang dapat mendukung perkembangan diri kalian menjadi lebih baik,” jelasnya.
Menutup amanatnya, Iim mengajak seluruh siswa menjadikan hari Senin sebagai momentum untuk memulai langkah baru dengan semangat dalam belajar dan menggapai cita-cita.
Melalui amanat tersebut, siswa MTsN 2 Majalengka diingatkan bahwa masa depan tidak dibangun secara instan. Kebiasaan belajar, keberanian mencoba, ketekunan menjalani proses, serta lingkungan pergaulan yang positif menjadi bagian dari langkah yang dapat mereka bangun sejak saat ini.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar