Berita Kemenag

Kajian Al-Hikam Hikmah ke-224 di Kemenag Majalengka Bahas Kegelisahan Hati dan Makna Rezeki yang Cukup

Majalengka (KEMENAG) — Kegelisahan terhadap masa depan dan kesedihan atas peristiwa yang telah berlalu menjadi pokok pembahasan Kajian Kitab Al-Hikam di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Senin (28/9/2026). Dalam kajian tersebut, peserta diajak menghadapi keduanya dengan menguatkan keyakinan kepada Allah serta tidak membiarkan rasa takut menghambat langkah.

Materi disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag. Saat membahas hikmah ke-224, Ojun menjelaskan bahwa kegelisahan kerap berkaitan dengan hal yang belum terjadi, sedangkan kesedihan berkaitan dengan pengalaman yang telah berlalu. Menurutnya, keduanya dapat terasa semakin berat ketika seseorang hanya memandang keadaan lahiriah dan kehilangan kesadaran akan pertolongan Allah.

“Kalau kita takut dengan masa depan, kita akan merasa sulit untuk melangkah. Kita akan terhalang gerak langkah kita, terbatasi oleh rasa takut itu,” ujar Ojun.

Ia mengajak peserta untuk tetap berusaha sambil meyakini bahwa Allah dapat memberikan jalan keluar. Peristiwa yang semula dianggap buruk, lanjutnya, juga dapat menyimpan hikmah yang belum terlihat pada saat itu.

Dalam pembahasan berikutnya, Ojun menguraikan makna nikmat berupa rezeki yang mencukupi kebutuhan. Ia mengingatkan bahwa kelimpahan harta dapat menjadi ujian berupa kesombongan, sementara kekurangan dapat membuat seseorang terus diliputi kekhawatiran. Karena itu, rasa cukup dan syukur perlu dijaga dalam keadaan apa pun.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

“Orang yang kaya itu bukan yang banyak harta bendanya, bukan yang kekayaannya berlimpah ruah, tetapi yang hatinya kaya,” katanya.

Ojun menutup kajian dengan mengingatkan bahwa kekayaan, kekurangan, kesehatan, dan sakit sama-sama merupakan ujian kehidupan. Ia mengajak peserta menjalaninya dengan sabar, bersyukur, dan terus memohon pertolongan Allah.

Kajian rutin pembinaan mental tersebut diikuti pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kepala Subbagian Tata Usaha Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., para kepala seksi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, pengawas madrasah, serta pengawas pendidikan agama Islam.

Kontributor: Endang Mu’min

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *