Talaga (KEMENAG) — Sebanyak sembilan peserta didik yang terbagi dalam tiga tim dari MAN 1 Majalengka mengikuti kegiatan technical meeting dan uji coba simulasi Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) Tahun 2026 pada Senin (14/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan kesiapan teknis dan mental para siswa sebelum berlaga di tingkat nasional.
Rangkaian simulasi yang dipusatkan di Kampus MAN 1 Majalengka ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait tata cara pelaksanaan lomba, aturan main, hingga mekanisme pengerjaan soal. Melalui skenario uji coba tersebut, para peserta dipandu untuk menyusun strategi, mengasah ketelitian, serta mengukur pemahaman materi ekonomi syariah yang telah dipelajari.
Dalam ajang tahunan ini, MAN 1 Majalengka menerjunkan sembilan siswa terbaik yang terbagi ke dalam tiga delegasi:
Tim 1: Khalisa Putri Ramadhani (XII-7), Wildah Fajria Rahmah (XII-10), dan Filia Zahra Ayuningtias (XII-10).
Tim 2: Fakhri Iman Rabbani (XI-8), Bunga Agnis Julianti Putri (XI-5), dan Yesi Novi Hardiana (XI-5).
Tim 3: Auliya Afifah Thahirah (XI-6), Ayep Saepuloh (X-5), dan Adinda Ramadani (XI-7).

Guru mata pelajaran Ekonomi MAN 1 Majalengka sekaligus pembimbing tim, Yuni Anggraeni Nur, S.Pd., menyampaikan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama dalam menghadapi ajang kompetitif ini. Menurutnya, simulasi tidak sekadar menguji aspek akademik, tetapi juga membentuk daya pikir kritis dan kekompakan antaranggota tim.
“Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kerja sama, ketelitian, serta kepercayaan diri. Melalui technical meeting dan simulasi ini, kami berharap anak-anak makin paham teknis perlombaan sehingga saat hari H mereka bisa tampil tenang, maksimal, dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” ujar Yuni.
Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta dari Tim 2, Fakhri Iman Rabbani, mengaku sangat terbantu dengan diadakannya simulasi dan technical meeting ini.
“Melalui uji coba ini, kami dari Tim 2 merasa lebih siap dan punya gambaran jelas mengenai bentuk soal serta alur kompetisinya. Kami jadi makin kompak dan makin optimis untuk memberikan penampilan terbaik demi membanggakan madrasah,” ungkap Fakhri dengan penuh semangat.
Sebagai tindak lanjut, para pembimbing akan melakukan evaluasi mendalam berdasarkan hasil uji coba untuk memantapkan materi serta strategi penyelesaian soal sebelum puncak kompetisi berlangsung.
Keikutsertaan aktif siswa-siswi madrasah dalam ajang nasional ini diharapkan dapat membawa nama harum MAN 1 Majalengka dan Kabupaten Majalengka. Lebih jauh, semangat berprestasi ini diharapkan menjadi pemicu motivasi bagi seluruh civitas akademika dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, sekaligus memperkuat komitmen MAN 1 Majalengka dalam mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berprestasi di bidang sains maupun keagamaan.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar