Berita Daerah MAN

Asah Berpikir Kritis, Siswa X-1 MAN 1 Majalengka Praktik Penelitian Google Formulir

Talaga (KEMENAG) — Guna membekali peserta didik dengan kemampuan berargumentasi berbasis fakta serta menangkal persebaran hoaks di era digital, MAN 1 Majalengka mengintegrasikan metode penelitian digital dalam pembelajaran. Kegiatan praktik penyampaian kritik berbasis data tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas X-1 MAN 1 Majalengka, Rabu (9/9/2026).

Rangkaian pembelajaran Bahasa Indonesia diawali dengan pengarahan teknis mengenai etika dan metodologi penyampaian kritik ilmiah. Di bawah bimbingan guru pengampu, para siswa kelas X-1 diarahkan untuk merancang instrumen pengumpulan data sederhana menggunakan Google Formulir. Setiap siswa menyusun indikator pertanyaan, menyebarkan tautan kepada responden, serta menganalisis hasil data faktual sebelum memformulasikan pendapat atau kritik terhadap suatu persoalan agar tidak berlandaskan pada emosi dan asumsi semata.

Penyelenggaraan riset berbasis teknologi ini dirancang untuk melatih kecakapan literasi digital, keterampilan pengolahan data, serta budaya tabayun di kalangan peserta didik. Melalui pengalaman meneliti secara langsung, para siswa diajak memahami pentingnya mengklarifikasi informasi dan menyajikan argumentasi yang objektif serta dapat dipertanggungjawabkan.

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka, Heni Fauziah Hidayat, S.Pd., menyampaikan tujuan utama dari pendekatan pembelajaran eksperimental tersebut.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih peserta didik untuk berpikir kritis. Sebagai orang yang terdidik dan intelek, tentu ketika menyampaikan kritik harus berdasarkan fakta dan data, bukan sekadar asumsi atau emosi. Mereka harus mampu membedakan mana informasi yang benar, mana yang masih perlu dibuktikan, dan mana yang tidak memiliki dasar,” ujar Heni.

Kemenag Majalengka Dukung Perbup Tata Kelola Madrasah Diniyah Takmiliyah

Lebih lanjut, beliau mengaitkan pentingnya ketelitian ilmiah dengan nilai-nilai keagamaan dalam menyaring informasi.

“Jangan sampai karena tidak melakukan pengecekan, sebuah pendapat justru berubah menjadi ujaran kebencian, hoaks, bahkan fitnah. Dalam Islam kita mengenal konsep tabayun, yaitu melakukan klarifikasi dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Nilai ini sangat relevan dengan pembelajaran berpikir kritis yang kami lakukan,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, hasil analisis riset sederhana dan dokumen formulir dari setiap peserta didik akan dipresentasikan di depan kelas serta dirangkum menjadi portofolio karya tulis kritis siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu berpikir kritis untuk memberikan kritik yang santun dan rasional berdasarkan fakta maupun data, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Kemenag Majalengka Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan RA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *