Talaga (KEMENAG) — Guna memperkokoh fondasi spiritual serta menghadirkan ketenangan jiwa sebelum menerima materi pelajaran, MAN 1 Majalengka secara konsisten menggelar pembiasaan tadarus Al-Qur’an. Pembiasaan karakter Qur’ani tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas X-7 MAN 1 Majalengka, Kamis (10/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 06.45 WIB, tepat 15 menit sebelum rutinitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Dalam suasana yang khusyuk dan tertib, setiap siswa kelas X-7 menerima pembagian satu juz Al-Qur’an untuk dibaca dan diresapi secara mandiri. Melalui metode pembagian per juz ini, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dapat terhatamkan secara harmonis di dalam satu kelas. Guru pendamping memastikan seluruh siswa membaca dengan benar, mendampingi perbaikan tajwid, hingga turut serta melantunkan ayat suci bersama peserta didik.
Penyelenggaraan tadarus rutin ini dirancang sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis keagamaan di madrasah. Selain untuk mensucikan niat mencari ilmu, momentum ini dimanfaatkan pendidik sebagai sarana deteksi dini guna mengidentifikasi siswa yang masih memerlukan bimbingan intensif dalam kelancaran membaca Al-Qur’an.

Guru Matematika MAN 1 Majalengka, Hilda Salsabila, S.Pd., menyampaikan pentingnya mengawali aktivitas belajar dengan interaksi bersama Al-Qur’an.
“Pembiasaan tadarus 15 menit sebelum KBM ini merupakan ikhtiar kita untuk menjemput keberkahan ilmu dan menenangkan jiwa anak-anak. Ketika pagi hari diawali dengan melantunkan Al-Qur’an, pikiran siswa menjadi lebih jernih dan siap menerima materi pelajaran sepanjang hari,” ujar Hilda.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan fungsi pendampingan guru dalam mendeteksi kemampuan membaca Al-Qur’an para siswa.
“Melalui kegiatan rutin ini, kami para guru juga bisa memantau dan mendampingi langsung kualitas bacaan siswa. Jika ada yang masih terkendala pada hukum tajwid atau kelancaran, dapat segera kita berikan bimbingan khusus agar seluruh siswa bertumbuh dengan pemahaman agama yang memadai,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran Wali Kelas dan Guru Agama MAN 1 Majalengka akan terus mengawal ketercapaian program tadarus harian ini serta mengagendakan kelas klinik Al-Qur’an bagi siswa yang membutuhkan pendampingan ekstra.
Melalui pembiasaan yang berkelanjutan ini, diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berkarakter Qur’ani, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar