Jatiwangi (KEMENAG) – Suasana hangat menyelimuti gerbang MAN 3 Majalengka sejak pagi, Rabu (5/8/2026). Senyum para guru berpadu dengan semangat mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Sindang Kasih Majalengka yang berdiri berjajar menyambut kedatangan peserta didik. Satu per satu siswa datang, disapa dengan senyum, salam, dan jabat tangan sebagai awal pembiasaan positif sebelum memulai kegiatan belajar.
Program Nurushabah (Senyum, Salam, Sapa Pagi Hari) yang menjadi budaya di MAN 3 Majalengka tidak sekadar menjadi rutinitas penyambutan. Di balik sapaan sederhana itu, tersimpan upaya madrasah membangun lingkungan belajar yang hangat, ramah, dan sarat nilai-nilai pendidikan karakter.
Bagi mahasiswa PPL, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya menjalani praktik mengajar di kelas, tetapi juga belajar mengenal budaya madrasah melalui interaksi langsung dengan peserta didik sejak awal hari.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nuralaela, M.Pd., mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa PPL dalam program Nurushabah merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh. Menurutnya, menjadi pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
“Program Nurushabah menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan sejak awal hari. Keterlibatan aktif mahasiswa PPL Universitas Sindang Kasih merupakan bentuk pembelajaran langsung dalam membangun karakter peserta didik sekaligus memperkuat budaya positif di madrasah,” ujar Ela.
Suasana pagi pun terasa lebih hidup. Sapaan hangat yang diberikan guru dan mahasiswa disambut dengan senyum para siswa. Interaksi sederhana tersebut menciptakan kedekatan emosional yang membuat peserta didik merasa diterima dan nyaman saat memasuki lingkungan madrasah.
Pelibatan mahasiswa PPL dalam program pembiasaan ini merupakan bagian dari komitmen MAN 3 Majalengka untuk memberikan pengalaman praktik yang komprehensif. Selain mengembangkan kompetensi pedagogis, mahasiswa juga diajak memahami pentingnya budaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik.
Selama menjalani masa PPL, mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembiasaan, pembinaan keagamaan, serta program kesiswaan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat budaya religius, disiplin, dan santun yang terus dikembangkan di MAN 3 Majalengka.
Bagi MAN 3 Majalengka, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Setiap pagi menjadi ruang pembelajaran yang mengajarkan pentingnya menghormati sesama, membangun kedekatan, dan menumbuhkan semangat belajar melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari senyum, salam, dan sapa, tumbuh budaya madrasah yang humanis dan bermakna.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar